Home » Blog » Inovasi E – Modul SMA Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Juarai Lomba Gempita Awards 2024
Bagikan

PJ.Gubernur Jatim, Beri Surat Hak Cipta Lagu Mars Guru

Basudewanews.com – Surabaya, Semarak penganugerahan Gempita Awards 2024, dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, berlangsung, Jumat (29/11/2024) di Grand Ballroom Shangri – La Hotel Surabaya.

Momen penghargaan khusus tersebut, disematkan, terhadap beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Jatim, yang berhasil menjuarai lomba di berbagai kategori.

Diawal sesi acara, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Dra.Ety Prawesti, dalam kesempatan, menyampaikan, acara penganugerahan Gempita Awards 2024, adalah momen penting mendorong tenaga pengajar atau guru di Jatim, meraih prestasi.

Ety Pramesti, berharap, sesi ini, bisa  meningkatkan kualitas pendidik, kreativitas tenaga pendidik, meningkatkan proses pembelajaran serta mengembangkan jaringan kolaborasi.

” Tenaga pengajar SMA/ SLB, yang berpartisipasi dalam lomba akan kami berikan penghargaan khusus dengan harapan, menjadi sebuah inspirasi,” ucap Ety Prawesti.

Selanjutnya, Kadis Pendidikan Jatim, Aris Agung Paewai, membuka secara resmi acara Gempita Awards 2024, juga sekaligus adalah acara yang pertama kali digelar sebagai wujud terhadap guru.

Acara Gempita Awards 2024, tampak juga dimeriahkan oleh, Sang vokalis Trie Utami yang diiringi oleh Purwacaraka.

Tak hanya itu, Rektor Unesa, Ahmad Muzaki,  dikesempatan tersebut, menyampaikan, bahwa pendidikan di Jatim mencapai prestasi diatas rata rata nasional.

Problem saat ini, biasanya guru bicarakan yang penting dan murid bicarakan yang menarik maka solusinya adalah inovasi karena itu profesional berkelanjutan.

” Profesional berkelanjutan, Rektor Unesa menyebut, dalam bahasa yaitu, 3 R,
Receh, Relevan, Reload ,” ujarnya.

Lebih lanjut, kampus harus hadir bersama sama memajukan pendidikan Jatim.
Kami harus beri distribusi penting terhadap pendidikan yakni, dengan segera akan melaunching 3 program penting untuk dinas di Jatim. Namun, Ahmad Muzaki, masih merahasiakannya.

” Nanti jika sudah waktunya, biar Kadis Pendidikan Provinsi Jatim, yang akan menyampaikan. Tunggu saja ! ,” ujar Rektor Unesa ini.

Selain itu, PJ.Gubernur Jatim, Ardhy Karyono, memberikan surat hak cipta lagu mars guru ciptaan Aris Agung Paewai.

Dari penganugerahan tersebut, ada satu kategori menarik yakni, kategori Kepala Sekolah Inovatif, berhasil disabet oleh, SMA Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang.

Usai penganugerahan, Kepala Sekolah Menengah Atas, Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang, yakni, Agus Harianto, saat ditemui jurnalis Basudewanews.com, merasa senang dan bangga atas prestasi yaitu, menjuarai lomba kategori Kepala Kepala Sekolah Inovatif.

” Senang dan bangga lah , mas !, kita bisa mengangkat nama sekolah ,” ungkapnya.

Saat disinggung, bentuk inovasi, Agus Harianto, membeberkan, kondisi daerahnya yang dianggap terpencil.

” Di daerah terpencil seperti, di Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang, banyak kendala khususnya, di dunia Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mas ! karena akses internet nya susah ,” terangnya.

Berlandaskan, pengalaman dan skill pada tahun 2018, sebagai fasilitator Agus Harianto, berinovasi dengan menularkan E – Modul yang bisa di akses tanpa internet karena sekarang ini, pembelajaran banyak yang mengunakan digitalisasi.

Lebih lanjut, aplikasi E – Modul ada dua kategori yakni, yang bisa diakses secara online dan offline. Nah ! di daerah kami memanfaatkan yang berbasis offline.

Murid murid bisa menggunakan tanpa akses internet namun, mengakses E – Modul dengan aplikasi Sub – Rider.

Sasaran E – Modul supaya anak anak di Handphone nya, tidak hanya selalu bermain main tapi untuk belajar.

Sejak akhir tahun 2022, E – Modul tersebut, sudah diterapkan dan melatih rekannya rekannya dan secara bersamaan saat itu, dirinya, sebagai Direktorat pengembangan kurikulum.

Inovasi diatas, bertujuan, meski kami tinggal di daerah terpencil pembelajaran tetap berlangsung secara maksimal.

” Kami berharap, rekan rekan yang tinggal di Sumbermanjing Wetan meski wilayahnya ter-pinggir tapi pemikiran tetap ke tengah. Kami mengajak rekan rekan ber-literasi dan berkarya tidak boleh ada zona nyaman ach ! disini perumpamaannya, seperti lagu, tongkat dan batu jadi tanaman. Hal seperti ini, tidak boleh terjadi ,” bebernya.

Masih menurutnya, visi dan misinya yakni, membawa Sumbermanjing Wetan menjadi pusat informasi wisata di Kabupaten Malang.

Seiring bergulirnya waktu, Agus Harianto, kedepannya, tentunya tidak cukup seperti ini dan yang paling utama adalah mengembangkan paradigma para guru guru disana.

Tidak hanya pada zona nyaman namun, harus terus berkembang, berkreasi, berinovasi agar pembelajaran tidak berhenti sampai disitu saja.

Agus Harianto, mengaku, tahu persis karakter anak anak yang tinggal di daerah Sumbermanjing Wetan karena kalau tidak di support sesuatu yang menarik Masya Allah sangat sulit sekali mas !.

” Harus ada pemantiknya guna membuat anak-anak lebih tertarik untuk semangat belajar. Lebih lagi, dirinya, tidak ingin anak anak sekedar lulusan SMA tetapi melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi ,” pungkasnya. MET.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page