
Basudewanews.com – Surabaya, Pasca penutupan resto Sangria By Pianoza yang berbuntut proses hukum bagi Effendi Pudjihartono, Sang Pengadil menetapkan, bantaran guna melakukan recovery kondisi kesehatan di RS.Dr.Soetomo Surabaya.
Penetapan bantaran bagi Effendi Pudjihartono lantaran, Sang Pengadil, membaca surat dari dokter yang menyatakan, riwayat penyakit yang diderita serta dibutuhkan pemeriksaan kesehatan juga meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaaan Negeri Surabaya, untuk tetap melakukan pengawasan terhadap Effendi Pudjihartono.
Hal lainnya, Sang Pengadil memberikan kebijakan bantaran karena mengutamakan kemanusiaan. Sidang, yang berlangsung, Kamis (27/2/2025) kali ini, terpaksa ditunda hingga jaminan kesehatan pada diri Efendi Pudjihartono kembali pulih.
Atas penetapan bantaran bagi Effendi Pudjihartono, pihak JPU mengemban perintah Sang Pengadil guna melakukan pengawasan terhadap Effendi Pudjihartono.
Sementara usai sidang, salah satu tim Penasehat Hukum, Effendi Pudjihartono yaitu, Dibyo.SH.,saat ditemui, mengatakan, bantaran ini, karena di persidangan sebelumnya, kliennya, Effendi Pudjihartono, terjatuh saat usai jalani sidang.
Dari kondisi seperti itulah, kliennya setiba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) melakukan pemeriksaan ke dokter. Hasil pemeriksaan tersebut, dokter menyatakan, memang kliennya butuh untuk di bantarkan karena bekas operasi kliennya, seperti nya kambuh.
” Perihal ini, dirinya sebagai Penasehat Hukum, tak mengetahui, yang jelas nanti dokter yang akan menilai surat guna pembantaran dengan dalih kesehatan,” ungkap Dibyo.SH.
Surat yang dimaksud, dikeluarkan oleh, dokter yang ada di lapas kemudian di persidangan yang berlangsung hari ini, di berikan ke pihak JPU dan Sang Pengadil.
Untuk diketahui, dipersidangan sebelumnya, jurnalis yang biasa melakukan liputan di Pengadilan Negeri Surabaya, mengetahui langsung usai sidang, Effendi Pudjihartono tiba tiba terjatuh tertelungkup.
Melihat kondisi saat itu, Effendi Pudjihartono, tampak terlihat pucat yang dibarengi dengan kondisi terlihat lemah.
Hal ini, tentunya sempat membuat Pengawal Tahanan agak panik dan tegang yang kemudian beberapa saat melakukan pertolongan dengan memapah Effendi Pudjihartono guna kembali duduk dan menunggu recovery kondisi Effendi Pudjihartono. MET.