www.basudewa-news.com

Kuliner Stadion Kanjuruhan Malang Bebas Pungli PKL Merasa Senang

Bagikan

Basudewa-news.com – Malang, Stadion Kanjuruhan Malang, selain menjadi sarana berolahraga juga sebagai kuliner yang menghidupkan perekonomian masyarakat khususnya, para Pedagang Kaki Lima (PKL).

Fasilitas kuliner yang menyajikan aneka makanan dan hiburan mainan bagi anak anak di rasa para PKL bermanfaat guna mata pencaharian.

Bagi masyarakat yang memanfaatkan fasilitas olahraga seperti senam, renang, jogging maupun gowes juga menjadi tempat rehat sembari menikmati kuliner para PKL.

Dari pantauan tim pada hari Minggu, para PKL yang dikelola oleh Sarana dan Prasarana (Sarpras) ternyata bebas pungli yang di apresiasi para PKL juga masyarakat sekitar.

Wisata kuliner yang menyajikan aneka makanan seperti jajanan tradisional, kue, sempol,seblak, nasi pecel, soto, nasi bakar,kopi,teh, nasi Padang juga dilengkapi sarana menggambar dan bermain bagi anak anak yang disediakan tersendiri oleh, Sarpras Stadion Kanjuruhan Malang.

Salah satu warga yakni, Mulyadi beserta keluarga dari Malang, mengaku, rutin berolahraga sambil foto-foto di Stadion Kanjuruhan Malang.

Masih menurutnya, setiap hari Minggu, ia bersama saudara lainnya, setelah selesai olahraga lalu jalan-jalan mencicipi kuliner seperti nasi pecel atau bubur di sekitar Stadion Kanjuruhan Malang.

Selain melakukan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga secara gratis wisata kuliner di sini dirasa murah meriah.
” Usai berolahraga tubuh merasa fresh dirinya bersama keluarga menikmati kuliner dengan harga yang murah meriah “, ujarnya.

Warga lainnya, Mina, Zul dan Riyat adalah beberapa bagian pelaku usaha PKL yang selalu menawarkan dagangannya kepada para pengunjung yang melintas di Stadion Kanjuruhan Malang.

” Salah satu PKL yang sudah sekitar 5 tahun menjajakan dagangannya di Stadion Kanjuruhan Malang tersebut, mengaku hasil dari menjajakan dagangannya dirinya, telah berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga S1 “, ungkap salah satu dari PKL.

Lain halnya, dengan Riyat yang juga sebagai pedagang mengungkapkan rasa terimakasih dan mengapresiasi Sarpras Stadion Kanjuruhan Malang.

” Stadion Kanjuruhan Malang dikelola dan ditata oleh, Sarpras sehingga tampak bersih dan nyaman ,” tutur Riyat.

Saat disinggung tentang retribusi kebersihan, Riyat, menyampaikan, para PKL tidak keberatan lantaran, sudah sesuai dengan peraturan Pemda Kabupaten Malang.

” Kita sebagai pedagang mengungkapkan Alhamdulillah sudah bisa berjualan di Stadion Kanjuruhan Malang yang menjadi Icon serta bisa membiayai anak sekolah dan kebutuhan keluarga ,” terang Riyat.

Sementara, Agus Gozali, SH.,MH, sebagai masyarakat dan pemerhati Stadion Kanjuruhan Malang, kepada basudewa-news.com, mengatakan, dirinya setiap dua hari sekali selalu ber jogging , gowes dan renang bahkan juga memandu live musik dari komunitas rumah sahabat Disabilitas Malang.

Ia merasa senang para PKL di Stadion Kanjuruhan Malang, bisa menjadi perputaran ekonomi guna meningkatkan pendapatan keluarga.

Agus Ghozali, yang juga merupakan seorang pengacara atau praktisi hukum menyampaikan, memang para pedagang di Stadion Kanjuruhan Malang, menyampaikan, tidak ada tarikan pungli  liar.

Namun, Retribusi resmi yang sesuai dengan Perda Kabupaten Malang sebagaimana Perda nomor 8 tahun 2025, Tentang Pemanfaatan area pedagang musiman yang telah di atur berkaitan memanfaatkan tanah area Pemkab dengan Rp. 2000 per.M2/perhari.

” Seperti, jika para  pedagang memakai dan memanfaat area 10 meter untuk berdagang, ya tinggal mengalihkan Retribusinya dan hasil Retribusi tersebut, masuk di Kas Daerah Kabupaten Malang.
Sehingga tidak ada cela untuk pungli bagi para petugas Sarpras dan Dispora Kabupaten Malang. Mereka hanya menjalan Perda tersebut “, kata Agus Gozali.

Dirinya, juga sempat melakukan kritik kepada para PKL dan pengelola Stadion Kanjuruhan Malang dengan harapan agar bisa menertibkan para PKL guna tidak menempati area taman serta selalu menjaga kebersihan.

” Jangan sampai ada sampah yang berserakan. Sampah harus dibuang pada tempat yang telah disediakan oleh, Sarpras serta menumbuhkan kesadaran para pengunjung agar sarana Stadion tampak bersih dan asri “, tutur Agus Ghozali.

Diujung keterangan, Agus Ghozali, berharap Stadion Kanjuruhan Malang yang menjadi Icon publik bisa menjadi tempat yang ramah, aman, bersih dan asri. Kabiro Malang.

Exit mobile version