www.basudewa-news.com

Rangkaian Tabrak Lari 2 Nyawa Tewas Septian Uki Wijaya Mabuk Berat

Bagikan

Mabuk Berat Kandungan Alkohol : 0,77 Miligram

Basudewanews.com – Surabaya, Tragedi serangkaian tabrak lari yang menewaskan 2 nyawa dan beberapa korban alami luka berat juga luka ringan disebabkan Septian Uki Wijaya mabuk berat dengan kandungan alkohol 0,77 Miligram.

Kandungan alkohol dalam diri Septian Uki Wijaya usai miras diungkapkan, saat Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP. Arif Fazlurrahman, jumpa pers bersama para awak media pada Senin (23/12/2024).

” Kadar alkohol dalam kadar darah pelaku 0,77 (mg/L). Artinya dalam kondisi tersebut, atau hasil dari indikasi medisnya, pelaku sudah hilang kendali motorik, hilang perilaku yang agresif, hilang kemampuan mengkoordinasikan indera-indera dia,” terang Kasat Lantas AKBP.Arif.

Kini, perkara lakalantas diatas, menempatkan Septian Uki Wijaya warga Tambak Arum Kelurahan Tambak Rejo Kecamatan Simokerto Surabaya, duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa.

Dipersidangan tersebut, Jaksa Suparlan dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menghadirkan, Prasetyo salah satu petugas kepolisian guna dimintai keterangan sebagai saksi pada Kamis (8/5/2025).

Prasetyo dalam keterangannya, pada intinya, mengatakan, serangkaian tabrak lari yang mengakibatkan, 2 nyawa tewas melibatkan Septian Uki Wijaya saat itu, pengendara mobil jenis Mercy dalam keadaan mabuk.

Tragedi serangkaian kecelakaan itu, diawali di Boulevard Pakuwon City, Septian Uki Wijaya, menabrak salah satu pengendara sepeda angin dan seketika itu, korban meninggal dunia.

” Korban tabrak lari pertama adalah pengguna jalan yang sedang mengendarai sepeda angin yang bernama Prasetya Ningsih, telah meninggal dunia seketika. Awal tabrakan ini, Septian Uki Wijaya tidak menghentikan kendaraannya, namun, malah melarikan diri,,” ungkapnya.

Masih menurutnya, Septian Uki Wijaya yang melarikan diri dan saat tepat di depan dealer Suzuki menabrak motor Vario yang dikendarai Ahmad Ghozali.

Kemudian terjadi serangkaian tabrakan lagi yakni, Septian Uki Wijaya menabrak mobil grand Livina dan mobil Avanza.Selanjutnya, menyusul korban yang meninggal yaitu, Stevani.

” Usai menabrak kedua mobil tersebut, mobil yang di kendarai Septian Uki Wijaya terhenti lantaran, mobilnya sudah tidak memungkinkan untuk melaju. Selang beberapa hari berikutnya, diketahui informasi, ada tambahan susulan korban yang meninggal yakni, Stevani ,” beber Prasetyo.

Dari keterangan saksi diatas, Septian Uki Wijaya, diberi kesempatan guna menanggapi keterangan saksi. Dalam tanggapan, Septian Uki Wijaya mengamini keterangan saksi. MET.

Exit mobile version