
Ekspetasi Kami Kementerian Kelas Dunia.
Basudewanews.com – Malang, Lembaga pemasyarakatan kelas II Malang, khususnya, perempuan, melalui, pantauan dilapangan, pada Rabu (21/8/2024), melangsungkan Tasyakuran di hari Pengayoman ke 79.
Tasyakuran tersebut, tampak dihadiri oleh,
Forkompinda Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu serta para undangan yakni, aparat penegak hukum Polisi, Kejaksaan dan LBH LK3M.
Dalam sesi tasyakuran, Yunengsih, Bc.IP., S.Sos., M.H., yang menahkodai Lapas perempuan II Malang, dalam sambutannya, mengatakan, dirinya sebagai pemimpin Lapas kelas II Malang, berupaya, tetap eksis dalam memberikan pelayanan yang prima, cepat, tepat mudah dan sesuai Standar Operasional (SOP).
” Lapas perempuan kelas II Malang, dibawah kepemimpinannya, menekankan guna eksis dalam memberikan pelayanan prima, cepat , tepat dan sesuai SOP ,” ujarnya.
Dedikasi tersebut, tak dipungkiri Lapas perempuan kelas II Malang, meraih
penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM RI terkait pelayanan WBK ( Wilayah Bebas Korupsi ).
Tak hanya itu, penghargaan yang ber-predikat WBK ( Wilayah Bebas dari Korupsi) diraih pada tahun 2018, selang berikutnya, pada tahun 2019, meraih penghargaan WBBM ( Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani ).
Terkait WBBM tersebut, di tiap 2 tahun sekali di evaluasi. Sehingga, di tahun 2021, Lapas perempuan kelas II Malang dinyatakan, dapat mempertahankan Predikat WBBM.
Di tahun 2023, Lapas yang di nahkodai nya, kembali dinyatakan, dapat mempertahankan untuk yang kedua kalinya.
Masih menurut, Yunengsih, berharap, semoga evaluasi di tahun 2025 mendatang, Lapas perempuan kelas II Malang, lebih eksis, lebih maju dan dapat mempertahankan predikat diatas yakni, WBK dan WBBM yang menjadi icon atau program dari Pemerintah.
” Bersama jajarannya, dirinya, siap guna mempertahankan predikat diatas karena itu adalah Prestise bagi kami ,” ungkapnya .
Selain ekspetasi itu, hal lain pihaknya, juga berharap , bisa meraih pelayanan publik kelompok khusus rentan karena hanya 2 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Jawa Timur, untuk pile projects tersebut, yakni, Kalapas perempuan hanya di Ponorogo dan Malang.
” Kami berjuang keras untuk itu, karena pada Oktober mendatang akan di umumkan karena indikator kelompok rentan diharuskan ada maka kami sudah persiapkan. Semisal, pelayanan baik di dalam maupun di luar khusus rentan juga pelayanan bagi masyarakat sebagai pengunjung maupun warga binaan dan mohon doanya,” pinta Yunengsih.
Disinggung, jumlah penghuni Lapas perempuan kelas II Malang, Yunengsih, mengaku, ada sekitar 445. Sedangkan, kapasitas normalnya yakni, 164 napi.
Yunengsih, juga menyampaikan, harapan tasyakuran, yaitu, khususnya, lembaga pemasyarakatan dan pada umumnya Kementerian Hukum dan HAM serta dengan Menteri yang baru ini, juga akan lebih baik, lebih maju seperti emas guna Kementerian ini seperti Kementerian kelas dunia.
” Semoga berkat dukungan dari jajaran dan para stakeholder kami siap bahwa Kementerian Hukum dan HAM mengabdi untuk negeri menuju Indonesia emas 2045 ,” harap Yunengsih.
Dirinya, juga tak menampik, kerjasama di semua sektor, yakni, swasta, stakeholder, aparat penegak hukum dan LBH berjalan dengan baik yaitu, membantu dan mendukung kinerja kami.
” Alhamdulillah, kerjasama dari instansi Pemerintah, swasta, aparat penegak hukum dan LBH khususnya, LBH LK3M yang sejak dulu telah menjalin kerjasama, kami akan melanjutkan kerjasama ini ,” tuturnya.
Melanjutkan kerjasama yang dimaksud, yakni, agar adanya penyuluhan hukum di lapas perempuan kelas II Malang, dengan LBH LK3M yang diketuai oleh, Agus Salim Gozali,A.M.Pdi,SH.MH.C.P.L.C.M.LC.Medis Law, demi tercipta harmonisasi.
Yunengsih, siap membantu jika ada kunjungan LBH dan tentunya, akan melalui, prosedur kecuali yang sifatnya insidentil kami siap membantu.
Secara terpisah, Ketua LBH LK3M, yakni, Agus Salim Gozali,A.M.Pdi, SH.MH.C.P. L.C.M.LC. Medis Law, saat ditemui, basudewanews.com, mengatakan, dirinya berharap, Lapas perempuan kelas II Malang, dibawah nakhoda Yunengsih, mampu menjaga dan mempertahankan predikat WBK dan WBBM.
Perihal, keberlanjutan kerjasama dengan LBH LK3M, guna penyuluhan hukum maupun pendampingan hukum bagi warga binaan Lapas perempuan kelas II Malang, merupakan, jalinan yang selama ini sudah terbangun sangat baik.
” Syukur Alhamdulillah mas !, bersama dengan Kalapas perempuan kelas II Malang, Yunengsih, sedia melanjutkan kerjasama dan siap membantu LBH LK3M yang sifatnya Insidentil,” pungkas Agus Salim Ghozali. Kabiro Malang.