Home » Blog » Dr.Tonic Tangkau Resmi Dilantik Ketua Peradi SAI : Tekankan Etika dan Moral Beracara Bagi Advokad
Bagikan

Basudewa-news.com – Surabaya, Dr Tonic Tangkau SH.MH., resmi dilantik menjadi Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Suara Advokat Indonesia (SAI) Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Surabaya, pada Rabu (6/5/2026) malam.

Pelantikan tersebut, dihadiri tokoh penting antara lain, Ketua Dewan Pembina Peradi SAI, Dr Juniver Girsang SH., MH, Ketua Umum Dewan Perwakilan Nasional (DPN) Peradi SAI Harry Ponto SH., LL. M, dan Dr A. Patra M. Zen SH., LL.M selaku Sekretaris Jenderal.

Tampak juga Anggota Komisi 3 DPR RI, Irjen Pol (purn) Drs H. Machfud Arifin SH., H. Arteria Dahlan ST., SH., MH, Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur Sujatmiko, SH., MH, Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Tri Anggoro Mukti SH., M.Krim, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Darwis Burhansyah SH., MH, Prof. Dr. Hadi Shubhan SH., MH., C.N, Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya serta jajaran Forkopimda.

Usai pelantikan, Ketua DPC Peradi SAI Surabaya, terpilih Tonic Tangkau saat ditemui, mengatakan, program kerja Peradi SAI selama ini, sudah berjalan dengan baik. Sehingga, dirinya tinggal meneruskan program-program yang sudah berjalan dengan baik.

” Kami sangat menghargai kerja keras kepengurusan sebelumnya karena banyak hal baik sudah dilakukan. Kepengurusan saat ini pada dasarnya melanjutkan fondasi tersebut. Namun ada beberapa fokus baru, terutama pada konsolidasi internal dan pembenahan organisasi agar lebih solid, profesional, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Tonic kepada awak media disela-sela acara pelantikan.

Lebih lanjut Tonic menegaskan, akan menekankan peningkatan kapasitas diri, khususnya dalam hal etika dan moral beracara. Profesi advokat menyandang predikat officium nobile adalah profesi yang terhormat.

“Itu bukan sekadar gelar, tetapi tanggung jawab besar. Kami ingin memastikan setiap advokat terus belajar, terus memperbaiki diri, dan berperilaku sesuai nilai-nilai profesi yang luhur,” tegasnya.

Saat ditanya terkait stigma “no money no justice”, Tonic Tangkau mengatakan, akan menghapus stigma tersebut.
Menurutnya, ke depan, advokat harus hadir untuk semua pencari keadilan, bukan hanya bagi mereka yang mampu secara finansial. “Integritas dan akses keadilan harus berjalan beriringan,” ucapnya.

Sementara terkait dengan kabar adanya rencana kerja sama dengan pemerintah kota, Tonic menyampaikan, sudah ada pembicaraan dengan Walikota Surabaya.

” Benar. Kami mendapat harapan dari Wali Kota agar advokat dapat bekerja sama dengan pemerintah kota menghadirkan pendampingan hukum di tingkat kecamatan dan kelurahan. Ini sangat positif dan kami siap mewujudkannya agar masyarakat mendapatkan akses hukum yang lebih dekat dan nyata,” ujarnya.

Sedangkan terkait kapan program pendampingan hukum itu akan direalisasikan. Bahwa saat ini, masih dalam tahap koordinasi lanjutan.

” Namun komitmen kami jelaskan, ini bukan sekadar wacana, melainkan program yang akan diwujudkan dalam praktik nyata ,” katanya.

Saat disinggung kepengurusan yang didominasi generasi muda, Tonic menyampaikan, sebagai bagian mengkader para anggota DPC Peradi SAI ke depannya.

” Sekitar 75% pengurus adalah anak muda. Ini bagian dari kaderisasi berkelanjutan. Generasi senior akan menjadi pembimbing di belakang layar, sementara generasi muda diharapkan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan,” ujarnya.

Tonic juga memastikan terkait pro bono menjadi komitmen utama organisasi dibawah kepemimpinannya.

Dia berjanji akan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat tidak mampu untuk mendapatkan pendampingan hukum.

“Bahkan jika pendampingan dilakukan di kelurahan atau kecamatan, itu sepenuhnya tanpa biaya,” pungkasnya. MET.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page