
Basudewa-news.com – Surabaya, Dalam sebuah musyawarah komisariat yang sakral dan penuh semangat, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, telah melahirkan kepemimpinan baru.
Musyawarah yang bertema “ Penguatan Ideologi Marhaenisme Guna Membentuk Kapasitas dan Kualitas Kader GMNI Hukum Untag Surabaya ”, tersebut, berlangsung secara sistematis dan demokratis.
Sistematis dan demokratis itu, melalui, empat sidang pleno yang dihadiri oleh, kader aktif serta satu perwakilan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Surabaya.
M.Ja’far Raihan Alfath terpilih sebagai Ketua Komisariat Fakultas Hukum Untag 1954 Surabaya periode mendatang yang bertandem dengan Daniel Yulius Caesar sebagai Sekretaris Komisariat.
Pasangan ini, bukanlah wajah baru di dunia perjuangan mahasiswa. Sebagai demisioner Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Untag Surabaya periode 2025-2026.
Ja’far Raihan Alfath telah membuktikan kiprahnya selama 12 bulan penuh bersama Daniel, yang menjabat Ketua Dewan Pimpinan Mahasiswa (DPM) FH saat itu.
Keduanya, berhasil menyelesaikan masa kepengurusan dengan sinergi yang solid dan hasil gemilang.
Pelantikan nahkoda baru ini, disaksikan langsung oleh, demisioner Ketua Komisariat Sabrina Nurfauziah dan Kevin Nugraha Sampurna, yang turut hadir untuk memastikan transisi kepemimpinan.
” Tongkat estafet ini, menjadi titik penting agar GMNI Komisariat Hukum tetap berjalan dinamis, menjadi wadah bagi seluruh kader untuk berkembang dan berkontribusi bagi bangsa ,” ujar M.Ja’far Raihan Alfath usai terpilih.
GMNI, organisasi kemahasiswaan berideologi Marhaenisme yang didirikan atas restu Presiden Soekarno pada 1954, terus menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam pendidikan kader bangsa.
Dengan sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, dan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai pondasi, GMNI Fakultas Hukum Untag Surabaya siap memperkuat perjuangan menuju Sosialisme Indonesia berbasis Pancasila dan UUD 1945.
GMNI bukan sekadar organisasi kampus, melainkan gerakan nyata yang melahirkan pemimpin-pemimpin visioner bagi Indonesia.
Melalui penguatan ideologi Marhaenisme, GMNI membentuk kader-kader berkualitas yang siap menolak kapitalisme, imperialisme, dan segala bentuk penindasan.
Keberadaan organisasi ini, menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya memiliki komitmen tinggi untuk kemajuan bangsa.
Masyarakat Surabaya dan Indonesia luas dipersilakan memandang GMNI sebagai organisasi mahasiswa yang baik, progresif, dan penuh inspirasi.
Kini, dengan kepemimpinan baru M.Ja’far Raihan Alfath dan Daniel Yulius Caesar, Fakultas Hukum Untag Surabaya, memiliki nahkoda tangguh yang siap meneruskan tongkat estafet perjuangan Marhaenisme ke depan. TIM.
